Osteoporosis dan gangguan pendengaran mungkin terdengar seperti dua kondisi kesehatan yang tidak saling berkaitan. Osteoporosis lebih dikenal sebagai kondisi yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah, sedangkan gangguan pendengaran biasanya dikaitkan dengan usia (presbikusis), paparan suara keras, atau masalah pada telinga. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kepadatan tulang dan kesehatan pendengaran. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang dengan osteoporosis atau kepadatan tulang yang menurun memiliki risiko mengalami gangguan pendengaran sensorineural lebih tinggi.
Apa Itu Osteoporosis?
Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami patah tulang. Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang.
Peran Tulang dalam Sistem Pendengaran

Selama ini, pembahasan mengenai osteoporosis biasanya berfokus pada tulang belakang, pinggul, atau pergelangan tangan. Padahal, tulang juga memiliki peran penting dalam sistem pendengaran. Di telinga bagian tengah terdapat tiga tulang kecil yang dikenal sebagai ossicles, yaitu malleus (tulang martil), incus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya berperan meneruskan getaran suara dari gendang telinga menuju telinga bagian dalam. Tulang-tulang tersebut merupakan bagian penting dalam proses penghantaran suara.
Bagaimana Osteoporosis dan Gangguan Pendengaran Saling Berkaitan?
Hubungan antara osteoporosis dan gangguan pendengaran masih terus dipelajari. Salah satu penelitian menemukan bahwa gangguan pendengaran sensorineural lebih banyak ditemukan pada pasien dengan osteoporosis. Peneliti menduga bahwa perubahan metabolisme tulang, termasuk kemungkinan menurunnya kualitas tulang-tulang pendengaran di telinga tengah, dapat berperan terhadap terjadinya gangguan pendengaran, meskipun mekanisme yang mendasari hubungan tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.
Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika terdapat masalah pada telinga bagian dalam atau jalur saraf pendengaran yang membawa informasi suara ke otak. Jenis gangguan pendengaran ini merupakan salah satu bentuk gangguan pendengaran yang paling umum terjadi.
Selain gangguan pendengaran, penelitian juga menemukan bahwa keluhan tinitus atau telinga berdenging lebih banyak dilaporkan pada orang dengan osteoporosis. Namun, temuan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan, bukan hubungan sebab-akibat. Osteoporosis tidak selalu menyebabkan gangguan pendengaran atau tinitus, karena berbagai faktor lain juga dapat memengaruhi kesehatan pendengaran.
Osteoporosis dan Risiko Gangguan Pendengaran
Apakah penderita osteoporosis harus khawatir mengalami gangguan pendengaran? Tidak perlu panik. Memiliki osteoporosis bukan berarti Anda akan mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, gangguan pendengaran dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti proses penuaan, paparan suara keras, infeksi, faktor genetik, efek samping obat, hingga kondisi medis tertentu. Meski begitu, keterkaitan antara osteoporosis dan fungsi pendengaran menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Jika penderita osteoporosis mulai merasakan perubahan pada kemampuan mendengarnya, sebaiknya jangan langsung menganggap perubahan tersebut sebagai bagian dari proses penuaan. Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain :
- Sering meminta orang lain mengulang pembicaraan.
- Kesulitan memahami percakapan di tempat yang ramai.
- Memasang volume televisi jauh lebih keras dari biasanya.
- Sering mendengar suara berdenging (tinitus) di telinga.
Mengatasi Gangguan Pendengaran
Penanganan gangguan pendengaran akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat gangguan pendengaran. Salah satu solusi yang umum digunakan adalah alat bantu dengar, yang dapat membantu membuat suara terdengar lebih jelas sehingga percakapan lebih mudah dipahami.
Perlu diingat bahwa alat bantu dengar bertugas untuk membantu mengatasi dampak gangguan pendengaran dan mendukung kemampuan mendengar, bukan menyembuhkan penyebab utamanya secara total. Oleh karena itu, proses pemilihan dan pengaturan alat bantu dengar sebaiknya dilakukan bersama audiologis atau konsultan pendengaran agar alat yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pendengaran Anda.
Menjaga Kesehatan Tulang dan Pendengaran Secara Bersamaan
Menjaga kesehatan tubuh merupakan investasi jangka panjang, terutama seiring bertambahnya usia, ketika risiko osteoporosis dan gangguan pendengaran sama-sama meningkat. Karena hubungan antara kesehatan tulang dan pendengaran masih terus dipelajari, menjaga keduanya tetap sehat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Merawat Kesehatan Tulang
- Asupan Nutrisi Tepat: Pastikan tubuh mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D melalui pola makan seimbang.
- Gaya Hidup Aktif: Lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur untuk menjaga kepadatan tulang.
- Hindari Rokok: Hindari kebiasaan merokok yang dapat mempercepat penurunan masa tulang.
Melindungi Kesehatan Pendengaran
- Hindari Suara Bising: Lindungi telinga dari paparan suara yang terlalu keras dalam jangka waktu lama.
- Pemeriksaan Rutin: Segera lakukan tes pendengaran jika mulai merasakan adanya penurunan fungsi pendengaran atau keluhan seperti telinga berdenging.
- Jangan Menunda Konsultasi: Penanganan dini sangat penting agar kualitas hidup dan komunikasi tetap terjaga dengan baik.
Pentingnya Pemeriksaan Pendengaran
Jika Anda mulai merasakan perubahan pada kemampuan mendengar, melakukan pemeriksaan pendengaran sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab dan tingkat gangguan pendengaran yang dialami. Pemeriksaan pendengaran penting dilakukan, terutama jika gangguan pendengaran terjadi secara bertahap atau sudah mulai mengganggu komunikasi sehari-hari. Dengan mengetahui penyebab dan tingkat gangguan pendengaran, langkah penanganan yang sesuai dapat segera ditentukan.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji temu pemeriksaan pendengaran, silakan klik simbol WhatsApp di kiri bawah halaman ini, hubungi 0800 100 2234 (layanan bebas pulsa) atau kunjungi cabang ABDI terdekat di kota Anda.
–
Sumber :
https://www.starkey.com/blog/articles/2017/06/Osteoporosis-can-increase-chances-of-hearing-loss





