Pendengaran

Tingkat Kebisingan Suara

4.64/5 (14)

Sebagai panca indera yang berfungsi menangkap suara, telinga kita memiliki batas maksimal suara  yang dapat ditolerir agar kesehatan telinga tetap terjaga. Beragamnya suara yang masuk ke telinga kita setiap hari secara tidak disadari memiliki potensi untuk menurunkan kualitas pendengaran. Namun, penurunan kualitas atau kemampuan mendengar ini sering luput dari perhatian karena proses terjadinya yang bertahap. Selain itu, kita sudah sangat terbiasa mendengar suara-suara bising di sekitar kita karena kita menganggap hal tersebut adalah bagian dari aktivitas sehari-hari. Padahal, suara kendaraan bermotor di jalan raya, suara mesin-mesin di lingkungan sekitar, bahkan suara tangisan bayi dapat merusak pendengaran jika telinga terpapar suara-suara tersebut melebihi waktu yang disarankan. Maka, agar indera pendengaran kita senantiasa terjaga, kita perlu mengetahui ambang batas pendengaran yang dapat ditolerir oleh telinga. Umumnya, suara dengan intensitas 30 – 50 dB adalah suara yang aman untuk didengar oleh telinga manusia, contohnya seperti suara orang yang sedang bercakap-cakap. dB adalah singkatan dari desibel, yakni satuan ukuran untuk intensitas suara. Telinga akan terasa sakit jika mendengar suara >90 dB. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ukuran-ukuran intensitas suara yang ada di sekitar kita dan berapa lama kira-kira waktu yang disarankan untuk didengar oleh telinga kita.

  1.      0 – 10 dB

Ini adalah ambang batas bawah pendengaran kita. Jadi, telinga kita bisa menangkap suara dengan intensitas suara minimal 0 – 10 dB. Telinga tidak akan mampu mendengar suara di bawah 0 dB.

  1.      20 dB

Contoh suara 20 dB adalah seperti suara sayup-sayup desa yang tenang di pagi hari dan desiran air di danau. Suara-suara seperti ini bisa menurunkan ketenangan pada orang-orang yang mendengarkannya dengan sangat menikmati.

  1.      30 dB

Contohnya adalah orang yang berbicara dengan sangat pelan atau berbisik, sehingga telinga kita tidak bisa mendengar dengan jelas jika kita tidak mendekatkan telinga ke sumber suara.

  1.      40 – 50 dB

Suara dengan intensitas 40 – 50 dB bisa ditemukan dalam percakapan biasa sehari-hari. Ini adalah batas aman suara untuk didengar telinga kita sehari-hari.

  1.      60 dB

Contohnya adalah percakapan yang dilakukan dengan berteriak. Suara teriakan memang masih bisa ditolerir telinga kita, namun ada baiknya untuk tidak terlalu sering melakukannya karena cukup mengganggu telinga kita sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.

  1.      70 dB

Contoh suara 70 dB adalah mesin penyedot debu. Disadari atau tidak, sebenarnya suara mesin penyedot debu ini cukup mengganggu pendengaran ketika mesin menyala. Maka, ada baiknya menggunakan penutup telinga jika sedang mengoperasikan mesin penyedot debu, apalagi bagi orang yang rutin menggunakannya untuk membersihkan rumah.

  1.      80 dB

Suara dengan 80 dB seringkali kita dengar ketika kita berada di jalan raya, baik sebagai pejalan kaki maupun sebagai pengendara. Jika kita berkendara dengan mobil mungkin telinga kita masih bisa menolerir karena kita berada di dalam mobil yang tertutup. Namun jika kita biasa berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan sepeda motor sehari-hari, maka telinga kita akan lebih terpapar suara bising yang biasa dikenal dengan polusi suara. Jadi, jika kita berada di jalan raya untuk menuju tempat beraktivitas sehari ada baiknya kita menggunakan earmuff atau penutup telinga untuk melindungi  pendengaran kita.

  1.      90 dB

Suara diatas 80 dB adalah suara yang sangat berpotensi untuk merusak pendengaran. Untuk suara dengan intensitas 90 dB ini contohnya seperti mesin pemotong rumput atau mesin untuk menghaluskan permukaan kayu. Dalam waktu singkat, jika telinga terpapar suara ini, kita akan merasa sangat tidak nyaman. Bahkan pendengaran kita akan terasa sakit jika telinga terpapar suara 90 dB secara terus-menerus selama 8 jam.

  1.      100 dB

Berhati-hatilah jika Anda bekerja di pabrik. Suara-suara mesin didalam pabrik sangat berpotensi untuk merusak pendengaran hanya dalam waktu 2 jam. Selain suara mesin di dalam pabrik, mendengarkan musik dengan menggunakan earphone juga termasuk suara dengan tingkat kekerasan suara 90dB. Jadi untuk kebaikan indera pendengaran kita, sebisa mungkin hindari menggunakan earplug atau earphone ketika menelepon atau mendengarkan musik.

  1.   110 -120 dB

Contoh suara dengan intensitas ini adalah suara musik dan teriakan-teriakan orang yang ada di dalam diskotik. Suara tersebut sudah bisa merusak pendengaran kita hanya dalam 1 jam waktu paparan. Selain suara diskotik dan konser rock juga termasuk dalam kategori suara 110-120 dB.

  1.   130 dB

Ini adalah ambang rasa nyeri pendengaran manusia. Contohnya seperti suara pesawat yang akan tinggal landas, sirene, atau suara ledakan kembang api..

  1.   140 dB

140 dB adalah ambang batas atas pendengaran manusia. Artinya, pendengaran manusia hanya mampu menerima suara maksimal dengan intensitas 140 dB. Suara apapun di atas 140 dB dapat merusak telinga seketika. Contohnya seperti suara tembakan atau mesin pesawat jet.

 

Please rate this

and share :