Penyebab Gangguan Pendengaran Anak yang Bersifat Sementara
Gangguan Pendengaran

Penyebab Gangguan Pendengaran Anak yang Bersifat Sementara

5/5 (2)

Menjadi orang tua memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi saat anak Anda tiba-tiba sering menangis/rewel, demam, atau mengeluhkan mengenai pendengarannya yang terasa “aneh” atau seperti tersumbat. Pada anak yang masih belum bisa menjelaskan apa yang mereka rasakan, biasanya anak akan memberikan reaksi menangis, rewel sambil memegangi atau menarik-narik telinganya. Jika anak Anda mengalami hal-hal seperti itu, jangan panik dulu. Sebagai orang tua penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan pendengaran anak sejak dini, memahami kemungkinan penyebabnya, serta mengetahui langkah aman untuk mengatasinya.  Dengan informasi yang tepat, Anda bisa membantu anak merasa lebih nyaman dan menjaga kesehatan pendengarannya. Di bawah ini adalah empat penyebab paling umum dari gangguan pendengaran sementara pada anak dan apa yang perlu Anda lakukan jika hal tersebut terjadi.

  1. Infeksi Telinga Tengah

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), lima dari enam anak di Amerika Serikat akan mengalami setidaknya satu kali infeksi pada telinga bagian tengah sebelum usia tiga tahun. Sedangkan di Indonesia sendiri menurut Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) menempati urutan keempat sebagai Negara dengan infeksi telinga tertinggi (4,6%) di Asia Tenggara. Oleh karena itu, tidak heran jika infeksi telinga menjadi salah satu alasan paling umum orang tua membawa anak mereka ke dokter.

Kabar baiknya, meskipun infeksi telinga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan pendengaran sementara, kondisi ini umumnya dapat sembuh tanpa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Meski begitu, tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) untuk memastikan penanganan yang tepat.

Penyebab Gangguan Pendengaran Anak yang Bersifat SementaraJenis infeksi telinga yang paling sering terjadi pada anak disebut Acute Otitis Media (AOM/Otitis Media Akut). Kondisi ini terjadi ketika bagian telinga tengah terinfeksi dan mengalami pembengkakan, sehingga cairan terperangkap di belakang gendang telinga.

Pada anak yang belum bisa mengungkapkan keluhan bahwa ia sakit telinga, perhatikan gejala berikut:

  • Menarik-narik atau memegang telinga
  • Menangis atau rewel
  • Sulit tidur
  • Demam
  • Cairan keluar dari telinga
  • Gangguan keseimbangan
  • Kesulitan mendengar atau merespon
Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Infeksi Telinga?

Infeksi telinga pada anak biasanya terjadi disebabkan oleh bakteri dari pilek atau radang tenggorokan yang menyebar ke telinga bagian tengah. Beberapa cara untuk membantu anak merasa lebih nyaman:

  • Berikan obat pereda nyeri sesuai petunjuk dokter
  • Kompres hangat di area telinga untuk membantu meredakan nyeri
  • Pastikan anak istirahat yang cukup agar tubuhnya pulih lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, anak Anda mungkin membutuhkan antibiotik. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk memastikan apakah pengobatan tersebut diperlukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak.

  1. Swimmer’s Ear (Infeksi Saluran Telinga Luar)

Penyebab Gangguan Pendengaran Anak yang Bersifat SementaraSwimmer’s ear adalah infeksi pada saluran telinga luar yang umumnya terjadi setelah anak baru saja berenang, kondisi ini muncul ketika air masuk dan tertahan di dalam telinga. Lingkungan yang lembap di dalam saluran telinga dapat memicu pertumbuhan bakteri sehingga menyebabkan infeksi. Infeksi ini lebih sering terjadi pada anak yang sering berenang, terutama di air yang tidak berklorin seperti danau atau kolam alami, swimmer’s ear dapat menimbulkan nyeri yang cukup kuat, rasa tidak nyaman dan membuat pendengaran anak terasa kurang jelas. Pada beberapa anak, sensasi telinga terasa penuh atau gatal juga bisa muncul. Anak-anak yang mudah kemasukan air ke telinganya atau sering menggaruk telinga juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Swimmer’s Ear?
  • Jaga telinga tetap kering dan bersih. Hindari air masuk ke telinga hingga infeksi benar-benar membaik
  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam telinga, terutama cotton bud, karena dapat memperparah iritasi atau mendorong kotoran lebih dalam.
  • Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat tetes telinga antibiotik atau anti radang yang sesuai
  • Ikuti petunjuk dokter dalam mengatasi rasa sakit, misalnya dengan memberikan obat pereda nyeri jika diperlukan
  1. Penumpukan Kotoran Telinga (Earwax Impaction)

Tahukah Anda bahwa kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting? Selain melindungi gendang telinga, kotoran telinga juga membantu menangkap debu, kotoran, dan partikel lain agar tidak langsung masuk ke dalam telinga. Tubuh juga memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kelebihan kotoran telinga secara perlahan.

Anda boleh menggunakan washlap untuk membersihkan bagian luar telinga anak seperti daun telinga, tetapi jangan pernah menggunakan cotton bud atau benda lain untuk mengorek saluran telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan bahkan berisiko melukai gendang telinga.

Apa yang harus dilakukan?
  • Perhatikan keluhan anak. Jika anak mengeluh sulit mendengar atau suara terdengar teredam, mungkin ada penumpukan kotoran telinga.
  • Buat janji dengan dokter. Dokter dapat membersihkan kotoran telinga dengan aman hanya dalam beberapa menit, tanpa risiko melukai saluran telinga.
  • Pertimbangkan kemungkinan lain. Jika ternyata penyebab bukan kotoran telinga, dokter dapat memeriksa apakah ada penyumbatan atau masalah lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
  1. Benda Asing di Telinga

Secara alami, anak-anak sangat penasaran pada sesuatu hal. Ketika mereka tumbuh, mereka mulai mencoba memasukkan benda ke dalam hidung atau telinga. Benda umum yang sering ditemukan di telinga anak antara lain: batu kecil, kacang-kacangan, dan permen kecil. Hal tersebut bisa menyebabkan pembengkakan, infeksi pada saluran telinga, dan gangguan pendengaran sementara jika tidak segera ditangani dengan benar.

Bagaimana Mengetahui Anak Memasukkan Benda ke Dalam Telinga?

Anda mungkin tidak langsung mengetahui saat anak memasukkan benda ke dalam telinganya. Jika benda tersebut masuk cukup dalam, gejala mungkin baru terlihat setelah beberapa waktu. ketika anak mengeluh sakit telinga atau merasa pendengarannya terganggu, atau menjadi lebih rewel. Dalam beberapa kasus, bisa juga terlihat cairan keluar dari telinga, meski tidak selalu seperti itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda mencurigai adanya benda asing di telinga anak:

  • Tetap tenang, agar anak tidak ikut panik
  • Tanyakan pada anak dengan lembut apakah ia memasukkan sesuatu ke dalam telinganya
  • Jangan mencoba mengeluarkan sendiri benda tersebut, karena berisiko mendorongnya lebih dalam atau melukai saluran telinga
  • Segera kunjungi dokter agar bisa ditangani dengan cara yang aman

Dokter mungkin akan memberikan obat tetes atau antibiotik jika ada tanda infeksi atau iritasi.

Cara Menjaga Pendengaran Anak Tetap Sehat

  • Bersihkan area luar telinga anak setiap hari dengan washlap lembut
  • Hindari memasukan benda apa pun ke dalam telinga, termasuk cotton bud
  • Perhatikan perkembangan bicara dan bahasa anak sebagai bagian dari pemantauan kesehatan pendengarannya
  • Beri contoh komunikasi yang baik: tatap mata anak saat berbicara, dengarkan dengan penuh perhatian, dan kurangi aktivitas menonton TV atau ponsel

Jika Anda merasa khawatir tentang pendengaran anak Anda, silakan klik simbol WhatsApp di kiri bawah halaman ini, hubungi 0800 100 2234 (layanan bebas pulsa) atau kunjungi website kami untuk berkonsultasi dengan konsultan pendengaran kami. Mari mendengar lebih baik bersama ABDI.

Sumber:
https://www.healthyhearing.com/report/52620-Four-common-causes-of-temporary-hearing-loss-in-children-and-what-to-do-when-they-occur
https://jurnal.umitra.ac.id/index.php/JIKSI/article/view/1150

Please rate this

and share :
connect with us facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI