Pendengaran Anak

Infeksi Telinga Swimmer’s Ear Pada Anak (Otitis Eksterna)

No ratings yet.

Apa Itu Swimmer’s Ear?

Swimmer’s ear adalah infeksi atau peradangan pada saluran telinga, yaitu bagian yang menghubungkan lubang telinga  dengan gendang telinga yang biasanya lebih sering terjadi pada anak. Kondisi ini secara medis disebut otitis eksterna. Otitis eksterna umumnya dikenal sebagai swimmer’s ear dan paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, meskipun beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh jamur. Diperkirakan sekitar 1 dari 10 orang akan mengalami kondisi ini setidaknya sekali seumur hidup.

Bagaimana Infeksi Telinga Pada Anak Bisa Terjadi?

Sesuai dengan namanya, swimmer’s ear sering dialami anak-anak yang hobi berenang karena air yang terjebak di saluran telinga menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Namun, kondisi ini juga dapat dialami oleh siapa saja, termasuk:

  • Pengguna alat bantu dengar atau earbuds: Keringat atau air setelah mandi dapat terjebak di dalam saluran telinga.
  • Kebiasaan membersihkan telinga: Menggaruk atau memasukkan benda seperti cotton bud ke dalam telinga dapat memicu infeksi.
  • Kondisi lingkungan: Berada di tempat yang panas dan lembap dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
  • Masalah Kulit: Kurangnya kotoran telinga (yang sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami), kulit telinga yang kering, atau eksim.

Gejala Swimmer’s Ear (Infeksi Telinga) pada Anak

Setiap anak dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, namun beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Kemerahan pada telinga bagian luar.
  • Rasa gatal di dalam telinga.
  • Nyeri pada telinga, terutama ketika daun telinga disentuh atau digerakkan.
  • Keluarnya cairan dari telinga.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Pembengkakan pada saluran telinga.
  • Gangguan pendengaran konduktif.

Karena gejala tersebut dapat menyerupai kondisi medis lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Penyebab Swimmer’s Ear

Meskipun sering disebabkan oleh kelembapan berlebih akibat berenang, kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti:

  • Berada di lingkungan yang panas dan lembap.
  • Cara membersihkan saluran telinga yang terlalu kasar.
  • Trauma atau luka pada saluran telinga.
  • Kondisi kulit pada saluran telinga yang kering.
  • Adanya benda asing di dalam saluran telinga.
  • Kurangnya serumen atau kotoran telinga alami.
  • Masalah kulit seperti eksim atau bentuk dermatitis lainnya (peradangan kulit yang ditandai dengan ruam kemerahan, kulit kering, gatal, bersisik, dan terkadang melepuh).

Cara Mengatasi Swimmer’s Ear

Biasanya, anak akan merasa lebih baik dalam waktu 7 hingga 10 hari. Penanganan kondisi ini umumnya meliputi:

  • Obat Tetes Telinga: Merupakan pengobatan utama yang biasanya mengandung antibiotik (untuk melawan bakteri) dan steroid (untuk meredakan bengkak dan nyeri).
  • Obat Pereda Nyeri: Digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Ear Wick: Jika saluran telinga mengalami pembengkakan yang cukup berat, dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) akan memasukkan spons kecil ke dalam saluran telinga agar obat tetes bisa masuk lebih dalam.
  • Menjaga Telinga Tetap Kering: selama masa perawatan, penting untuk menghindari masuknya air ke dalam telinga..

 Tips Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya swimmer’s ear, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan penyumbat telinga (ear plugs) saat berenang atau mandi.
  • Hindari membersihkan telinga terlalu keras atau memasukkan benda asing ke dalam saluran telinga.
  • Keringkan telinga dengan lembut: Setelah mandi atau berenang, Anda dapat menggunakan pengering rambut (hair dryer) dengan pengaturan udara dingin untuk mengeringkan telinga.
  • Gunakan bola kapas yang diolesi sedikit petroleum jelly (misalnya Vaseline) saat mandi untuk membantu mencegah air masuk ke dalam telinga. Pastikan bola kapas cukup besar agar tidak masuk terlalu dalam atau bahkan sampai tertinggal di dalam liang telinga.
  • Hindari menggunakan alat pembersih telinga secara sembarangan atau metode seperti terapi lilin (ear candling).

Menjaga telinga tetap kering, menghindari memasukkan benda apapun ke dalam telinga, serta membersihkan perangkat yang digunakan pada telinga secara rutin dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Sebaiknya hindari penggunaan alat pembersih telinga yang dijual bebas, metode ear candling, atau pengobatan rumahan lainnya.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Sumber :

https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/swimmers-ear https://jamanetwork.com/journals/jamaotolaryngology/fullarticle/2805359

Please rate this

and share :
connect with us facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI

Leave a Reply

Your email address will not be published.