Tahukah Anda bahwa dampak gangguan pendengaran pada usia lanjut bukan hanya berkurangnya kemampuan mendengar? Gangguan pendengaran pada lanjut usia (lansia) memiliki dampak yang besar pada kesehatan fisik dan mental. Gangguan pendengaran akibat usia (prebikusis) secara mental sering membuat lansia merasa terisolasi secara sosial, kehilangan kepercayaan diri, bahkan mengalami depresi.
Penelitian Tentang Dampak Gangguan Pendengaran pada Fungsi Fisik
Tiga studi terbaru yang didukung oleh NIA (National Institute on Aging) seputar dampak gangguan pendengaran pada usia lanjut menemukan bahwa orang dengan gangguan pendengaran terbukti mengalami penurunan fisik lebih cepat. Orang dewasa yang lebih tua dengan gangguan pendengaran cenderung lebih banyak duduk (tidak aktif secara fisik) dan lebih berisiko mengalami penurunan fungsi fisik dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gangguan pendengaran.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) dan salah satu studi melibatkan 291 orang dengan rentang usia 60–69 tahun. Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) tahun 2003–2004. Seluruh peserta memiliki data lengkap mengenai kondisi pendengaran serta riwayat penyakit penyerta. Data tersebut kemudian dianalisis pada periode 2017–2020.
-
Pengukuran Pendengaran
Berdasarkan pengukuran pendengaran, peserta dibagi menjadi tiga kategori yaitu:
- Normal: kurang dari 25 dB
- Gangguan ringan: 25–39 dB
- Gangguan sedang atau lebih: ≥ 40 dB
-
Pengukuran Aktivitas Fisik
Untuk mengukur tingkat aktivitas fisik, seluruh peserta penelitian ini dipasangi monitor dengan sensor gerak di pinggul mereka selama 1 minggu. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan orang yang pendengarannya normal, peserta dengan gangguan pendengaran melakukan:
- 5,53 menit lebih sedikit aktivitas sedang hingga berat per hari
- 28,55 menit lebih sedikit aktivitas ringan per hari
- 34,07 menit lebih banyak waktu duduk diam per hari
- Pola aktivitas fisik lebih terfragmentasi
Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa mereka yang mengalami gangguan pendengaran cenderung:
- Lebih jarang melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat,
- Kurang melakukan aktivitas ringan,
- Memiliki gaya hidup sedentary (minim aktivitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk atau berbaring)
- Memiliki pola aktivitas yang terputus-putus (sering berhenti dan memulai kembali).
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin berat gangguan pendengaran yang dialami, semakin besar pula kesulitan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berbelanja, memasak, dan membersihkan rumah.
Dari kedua studi lainnya ditemukan juga bahwa dampak gangguan pendengaran pada usia lanjut ini setara dengan percepatan usia 5-10 tahun dalam hal penurunan kemampuan aktivitas fisik. Kondisi ini membuat kemampuan fisik lansia menurun lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Bukti ini menegaskan bahwa gangguan pendengaran bukan sekedar masalah telinga, melainkan juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Mengatasi Gangguan Pendengaran
Kabar baik dari hasil penelitian dan penjelasan di atas adalah gangguan pendengaran merupakan salah satu faktor penting yang masih bisa diatasi. Jika ditangani sejak dini, maka risiko penurunan aktivitas fisik pada lansia akibat gangguan pendengaran dapat ditekan.
Penurunan pendegaran merupakan hal yang umum dialami oleh kelompok lanjut usia, maka pemeriksaan pendengaran rutin merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Semakin cepat penurunan pendengaran dideteksi, semakin cepat juga penanganannya bisa dilakukan. Yaitu dengan penggunaan alat bantu dengar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Maka penurunan fungsi fisik yang menjadi dampak gangguan pendengaran pada usia lanjut pun dapat diminimalisir.
Penggunaan alat bantu dengar dapat membantu lansia tetap aktif bergerak, menjaga kesehatan fisik, serta memperbaiki kualitas komunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Dampak secara mental seperti isolasi sosial, menurunnya kepercayaan diri hingga meningkatkan beban kognitif (karena otak harus bekerja lebih keras untuk memahami suara) pun dapat dicegah lebih cepat.
Jangan abaikan gejala gangguan pendengaran. Menangani masalah sejak dini dapat membantu mencegah penurunan fungsi fisik yang lebih serius. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perawatan pendengaran, Anda bisa klik simbol WhatsApp di kiri bawah halaman ini atau hubungi 0800 100 2234 (layanan bebas pulsa).
–
Sumber :
https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2778845
https://www.nia.nih.gov/news/3-studies-link-hearing-loss-less-physical-activity-among-older-adults





