Solusi Gendang Telinga Pecah, Kenali Juga Gejalanya
Pendengaran

Solusi Gendang Telinga Pecah, Kenali Juga Gejalanya

5/5 (1)

Pernahkah Anda merasakan nyeri telinga yang sangat hebat, kemudian tiba-tiba rasa sakitnya berkurang tetapi diikuti keluarnya cairan atau darah dari telinga? Atau pernah mengalami penurunan pendengaran secara mendadak disertai telinga berdenging setelah terpapar suara yang sangat keras, misalnya ledakan? Gejala-gejala tersebut sering kali dianggap akan membaik dengan sendirinya. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda gendang telinga pecah atau perforasi gendang telinga. Pada sebagian kasus robekan pada gendang telinga memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pemeriksaan oleh dokter tetap penting untuk memastikan kondisi telinga dan menentukan penanganan yang sesuai.

Gejala Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga pecah dapat terjadi akibat berbagai penyebab, seperti :

  • Infeksi telinga
  • Cedera pada telinga, misalnya akibat benturan
  • Paparan suara yang sangat keras, misalnya ledakan
  • Perubahan tekanan udara secara mendadak, misalnya saat naik atau turun pesawat atau saat menyelam.

Gejala yang dapat muncul, antara lain:

  • Pendengaran terasa berkurang atau tidak sejelas biasanya
  • Telinga berdenging (tinitus)
  • Nyeri atau rasa sakit pada telinga
  • Keluarnya cairan bening, darah, atau nanah dari telinga
  • Pusing atau sensasi seperti lingkungan sekitar berputar (vertigo)
  • Demam

Penanganan Gendang Telinga Pecah

Sebagian besar kasus, robekan pada gendang telinga dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6–8 minggu (sekitar 2 bulan). Selama proses penyembuhan, kemampuan pendengaran juga dapat membaik secara bertahap apabila tidak terdapat kerusakan pada  bagian telinga lainnya.

Dokter dapat meresepkan antibiotik apabila terdapat infeksi telinga atau bila dinilai berisiko mengalami infeksi selama masa penyembuhan. Selain itu, pasien biasanya dianjurkan untuk menjaga telinga tetap kering dan menghindari memasukkan benda apapun ke dalam liang telinga agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Jika robekan pada gendang telinga tidak menutup dengan sendirinya atau robekannya cukup besar, dokter dapat menyarankan tindakan operasi yang disebut miringoplasti (myringoplasty). Prosedur ini bertujuan untuk menutup robekan pada gendang telinga sehingga dapat membantu melindungi telinga dari infeksi berulang. Pada beberapa kasus, prosedur ini juga dapat membantu memperbaiki pendengaran.

Hal yang Dapat Dilakukan Selama Masa Penyembuhan

Beberapa langkah berikut dapat membantu mendukung proses penyembuhan sekaligus mengurangi keluhan yang dirasakan.

Yang Dianjurkan
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai petunjuk penggunaan untuk membantu meredakan nyeri.
  • Saat mandi atau keramas, usahakan agar air tidak masuk ke dalam telinga. Bila diperlukan, gunakan pelindung telinga agar air tidak masuk ke dalam telinga.
Yang Sebaiknya Dihindari
  • Hindari berenang atau aktivitas lain yang dapat menyebabkan air masuk ke dalam telinga hingga gendang telinga benar-benar sembuh.
  • Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam telinga, seperti cotton bud atau obat tetes telinga, kecuali atas anjuran dokter.
  • Hindari membuang ingus terlalu keras karena dapat memberikan tekanan pada telinga dan mengganggu proses penyembuhan gendang telinga.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) apabila Anda mengalami :

  • Kehilangan pendengaran secara tiba-tiba pada satu atau kedua telinga.
  • Nyeri telinga yang hebat, terutama jika diikuti keluarnya cairan, nanah, atau darah dari telinga.
  • Telinga berdenging (tinnitus), terasa penuh, atau mengalami pusing (vertigo) setelah mengalami cedera telinga, paparan suara yang sangat keras, atau perubahan tekanan udara secara tiba-tiba.
  • Gangguan pendengaran yang tidak membaik atau justru semakin memburuk.

Keluhan tersebut belum tentu menandakan kondisi yang serius, tetapi tetap perlu diperiksa sedini mungkin agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat dapat segera diberikan.

Selain itu, segera kembali berkonsultasi dengan dokter apabila gejala semakin berat, muncul demam atau cairan berbau dari telinga, atau gangguan pendengaran tidak membaik selama masa penyembuhan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai kondisi gendang telinga dan menentukan apakah diperlukan penanganan tambahan.

Sumber :

Please rate this

and share :
connect with us facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI facebook-ABDI